JAKARTA - Upaya membuka pintu pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kelautan dan perikanan terus diperkuat pemerintah.
Tahun 2026 menjadi momentum penting ketika Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali mempertemukan pelaku usaha dengan jaringan ritel modern nasional melalui ajang Business Matching 2026.
Forum ini dirancang bukan sekadar pertemuan bisnis, tetapi sebagai jembatan strategis agar produk perikanan lokal mampu bersaing dan menembus rak-rak ritel modern di berbagai kota.
Baca JugaKemendes PDT dan Kemenpar Gandeng Desa Wisata untuk Tingkatkan Ekonomi Lokal
Kegiatan Business Matching 2026 menjadi bagian dari strategi memperluas akses pasar sekaligus memperkuat rantai pasok perikanan nasional. Dengan mempertemukan UMKM dan buyer besar dalam satu forum, diharapkan tercipta kerja sama yang konkret dan berkelanjutan.
KKP menilai pola ini efektif karena memperpendek jalur distribusi serta memberikan kepastian pasar bagi pelaku usaha yang telah memenuhi standar.
Direktur Pemberdayaan Usaha, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Catur Sarwanto, mengatakan kegiatan ini melibatkan UMKM yang telah melalui proses seleksi dan kurasi.
Dari sekitar 1.000 UMKM yang terdaftar, KKP menetapkan 50 pelaku usaha untuk bertemu langsung dengan buyer ritel modern.
“Tahun ini kami memilih 50 UMKM terkurasi untuk bertemu langsung dengan buyer agar produknya bisa masuk ke retail modern,” ujar Catur.
Seleksi Ketat dan Kurasi UMKM
Proses seleksi menjadi tahap krusial sebelum pelaku UMKM dapat mengikuti pertemuan bisnis ini. Dari total sekitar 1.000 UMKM yang mendaftar, hanya 50 yang dinilai siap untuk dipertemukan langsung dengan jaringan ritel modern nasional.
Penilaian dilakukan melalui kurasi yang mencakup aspek mutu produk, legalitas usaha, kapasitas produksi, hingga kesiapan manajemen.
Sebanyak 11 jaringan ritel modern nasional terlibat dalam kegiatan ini, antara lain AEON Indonesia, Transmart, Lion Superindo, Lotte Mart, IKEA Indonesia, Alfamart, FamilyMart, Grand Lucky Superstore, serta Indomaret. Seluruh jaringan tersebut membuka peluang kerja sama dan kemitraan bagi produk UMKM perikanan yang dinilai siap pasar.
Keterlibatan banyak ritel besar menunjukkan tingginya minat terhadap produk perikanan lokal yang berkualitas. Forum ini memberikan kesempatan bagi UMKM untuk mempresentasikan produknya secara langsung kepada calon pembeli potensial, sekaligus memahami standar yang diterapkan ritel modern.
Fokus pada Kualitas dan Tata Kelola
Catur menjelaskan, business matching tidak hanya berfokus pada transaksi, tetapi juga memastikan kesiapan UMKM dari berbagai aspek, mulai dari mutu produk, kemasan, hingga kontinuitas pasokan. “Kami ingin UMKM yang masuk retail modern benar-benar siap secara kualitas dan tata kelola usaha,” tegasnya.
Standar ritel modern memang menuntut konsistensi kualitas dan pasokan. Karena itu, UMKM perlu memastikan bahwa proses produksi berjalan sesuai standar keamanan pangan dan mampu memenuhi permintaan dalam jumlah besar secara berkelanjutan.
Kemasan yang menarik dan informatif juga menjadi nilai tambah agar produk mampu bersaing di rak penjualan.
Melalui pendekatan ini, KKP ingin memastikan bahwa kerja sama yang terjalin tidak berhenti pada satu kali transaksi, melainkan berkembang menjadi kemitraan jangka panjang. Dengan demikian, UMKM tidak hanya memperoleh akses pasar, tetapi juga peningkatan kapasitas usaha.
Potensi Transaksi dan Dampak Ekonomi
Dalam kegiatan ini, potensi nilai transaksi diproyeksikan mencapai sekitar Rp7 miliar, dengan peluang peningkatan melalui tindak lanjut pascakegiatan. Nilai tersebut mencerminkan optimisme terhadap daya saing produk perikanan nasional di pasar modern.
Kepastian akses pasar diharapkan mendorong UMKM meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat standar produk secara berkelanjutan. Dengan adanya kontrak atau komitmen pembelian dari ritel modern, pelaku usaha dapat merencanakan produksi dengan lebih terukur serta memperbaiki manajemen stok dan distribusi.
Sebagai tindak lanjut, KKP akan melanjutkan pendampingan bagi UMKM, termasuk fasilitasi sertifikasi, penguatan kemasan dan branding, serta perluasan akses pembiayaan. Langkah ini ditujukan agar kemitraan yang terbangun dapat berjalan jangka panjang dan berkelanjutan.
Peluang dari Program Makan Bergizi Gratis
Selain pasar ritel modern, KKP juga mendorong UMKM perikanan menggarap peluang dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Catur, permintaan bahan baku perikanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) cukup tinggi.
“Pasar MBG memiliki potensi besar bagi UMKM perikanan karena permintaannya tinggi,” ujarnya.
Produk perikanan yang banyak dibutuhkan dalam program MBG antara lain ikan lele siap olah tanpa kepala, ikan fillet, serta produk berduri lunak yang ramah bagi anak-anak. Permintaan tersebut membuka peluang baru bagi UMKM untuk memperluas pasar di luar ritel modern.
Program ini dinilai sejalan dengan upaya peningkatan konsumsi ikan melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Dengan meningkatnya konsumsi ikan di kalangan anak-anak dan masyarakat luas, sektor perikanan diharapkan semakin kuat dan berdaya saing.
Inovasi dan Kolaborasi Kunci Daya Saing
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan inovasi menjadi kunci peningkatan daya saing produk kelautan dan perikanan nasional. Ia mendorong kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk mempercepat terwujudnya industri perikanan yang maju dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan jaringan ritel modern dinilai penting untuk membangun ekosistem bisnis yang sehat. Dengan dukungan kebijakan, pendampingan, serta akses pasar yang lebih luas, UMKM perikanan memiliki peluang besar untuk berkembang.
Business Matching 2026 menjadi salah satu instrumen nyata dalam mendorong transformasi tersebut. Tidak hanya membuka peluang transaksi miliaran rupiah, tetapi juga memperkuat fondasi usaha melalui peningkatan standar mutu, manajemen, dan inovasi produk.
Dengan pendekatan terintegrasi, KKP berharap UMKM perikanan Indonesia mampu bersaing di pasar domestik maupun global, sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Jumlah Investor Mencapai 20 Juta Kripto Kini Menjadi Investasi Favorit
- Jumat, 13 Februari 2026
Upaya Strategis Industri Asuransi Jiwa Mencari Celah Demi Perbaiki Kinerja Finansial
- Jumat, 13 Februari 2026
Estimasi Besaran Dividen Final Saham BCA Yang Akan Segera Diputuskan Mendatang
- Jumat, 13 Februari 2026
Berita Lainnya
Mendes PDT Gandeng 15 CEO Inggris Percepat Pembangunan Desa Mandiri Teknologi
- Jumat, 13 Februari 2026
Strategi Pemerintah Dorong Swasembada Garam 2027 dan Tingkatkan Kesejahteraan Petambak
- Jumat, 13 Februari 2026
Pemerintah Pastikan Harga Pangan Terkendali Meskipun Permintaan MBG Meningkat
- Jumat, 13 Februari 2026
KKP Siapkan Pembangunan 200 Kampung Nelayan Merah Putih di Papua Tahun 2026
- Jumat, 13 Februari 2026
Harga Garam Nasional Masih Tinggi Karena Masalah Logistik dan Infrastruktur Tambak
- Jumat, 13 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
4.
5.
Panduan Lengkap: Cara Cek Desil Bansos Online Terbaru dan Mudah 2026
- 13 Februari 2026












