Jumat, 13 Februari 2026

Erajaya Ekspansi Gerai Smartphone Di Tengah Tantangan Daya Beli

Erajaya Ekspansi Gerai Smartphone Di Tengah Tantangan Daya Beli
Erajaya Ekspansi Gerai Smartphone Di Tengah Tantangan Daya Beli

JAKARTA - Di tengah dinamika daya beli masyarakat yang cenderung fluktuatif, pelaku usaha ritel teknologi tetap dituntut agresif membaca peluang.

Kebutuhan terhadap perangkat digital yang semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari membuat pasar gadget belum kehilangan daya tariknya. Kondisi inilah yang mendorong PT Erajaya Swasembada Tbk. untuk tetap melanjutkan ekspansi gerai, sekalipun tantangan konsumsi masih membayangi tahun ini.

PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) memastikan ekspansi toko baru tetap berjalan pada tahun ini dengan alokasi terbanyak pembukaan ritel gadget. Deputy CEO Erajaya Group Hasan Aula tak menyebut pasti jumlah toko yang akan dibuka tetapi memastikan ekspansi mencakup berbagai kategori gerai, dengan alokasi terbesar masih difokuskan pada segmen gadget yang mencakup smartphone.

Baca Juga

Menko AHY Tinjau Progres Jalan Tol Paltung Yang Digarap Hutama Karya

“Yang paling banyak akan kami buka tetap gerai smartphone,” katanya.

Menurutnya, strategi ini mencerminkan posisi ponsel sebagai kontributor utama penjualan. Pasalnya, di tengah transformasi digital yang semakin masif, gadget dinilai bukan lagi barang sekunder, melainkan kebutuhan primer masyarakat.

“Gadget itu sangat diperlukan untuk kehidupan sehari-hari. Orang sulit menghindari kebutuhan itu,” imbuhnya.

Fokus Ekspansi Pada Segmen Smartphone

Manajemen ERAA menilai bahwa segmen smartphone masih menjadi tulang punggung bisnis perseroan. Permintaan perangkat komunikasi pintar tetap kuat seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas, transaksi digital, hingga aktivitas hiburan.

Ekspansi gerai difokuskan untuk memperkuat jangkauan distribusi dan mendekatkan layanan kepada konsumen. Dengan memperbanyak gerai smartphone, perseroan berharap dapat mempertahankan kontribusi utama penjualan sekaligus memperluas pangsa pasar di berbagai wilayah.

Langkah ini juga menjadi sinyal optimisme manajemen terhadap prospek industri gadget, meski tekanan daya beli belum sepenuhnya pulih.

Momentum Musiman Dongkrak Kinerja Awal Tahun

Manajemen melihat kuartal I/2026 sebagai periode yang relatif kuat bagi kinerja perseroan. Sejumlah momentum musiman seperti Tahun Baru, Imlek, Ramadan, hingga Lebaran yang berdekatan dinilai menjadi pendorong belanja masyarakat.

Sebelumnya, Head of Legal Counsel & Corporate Affairs Erajaya Group, Amelia Allen meyakini momentum Tahun Baru China atau Imlek 2026 diramalkan menjadi sentimen awal yang menopang prospek kinerja ERAA pada kuartal I/2026, di tengah pola konsumsi masyarakat yang dinilai lebih stabil dan rasional. Belum lagi kedekatan momentum Imlek dengan awal Ramadan menjadi katalis tambahan.

“Dengan jarak Imlek dan Ramadan yang relatif berdekatan tahun ini, perseroan melihat adanya potensi kelanjutan aktivitas belanja yang mendukung stabilitas kinerja sepanjang kuartal I/2026,” lanjutnya.

ERAA melihat aktivitas konsumsi tidak langsung melambat usai Imlek, melainkan berpotensi berlanjut hingga Ramadan, sehingga mendukung stabilitas penjualan sepanjang kuartal I/2026.

Antisipasi Tantangan Pada Kuartal Berikutnya

Namun, tantangan diperkirakannya terasa pada kuartal II/2026. Minimnya momentum musiman serta kebutuhan masyarakat untuk pengeluaran pendidikan, terutama menjelang tahun ajaran baru berpotensi menahan belanja konsumtif.

“Kuartal II nanti yang mungkin challenge. Tidak ada event besar, sementara orang juga butuh dana untuk sekolah,” imbuhnya.

Untuk mengantisipasi perlambatan tersebut, perseroan tengah menyiapkan berbagai program promosi dan kerja sama guna menjaga daya beli dan trafik penjualan. Strategi ini diarahkan agar penjualan tetap terjaga meski tidak ditopang oleh momentum musiman besar.

Pendekatan promosi dan kolaborasi menjadi salah satu instrumen penting untuk mempertahankan minat belanja konsumen di tengah tekanan pengeluaran rumah tangga.

Kinerja Keuangan Dan Kontribusi Segmen Usaha

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi, penjualan bersih ERAA meningkat 7,72% year on year (YoY) menjadi Rp 52,36 triliun hingga akhir September 2025, dari Rp48,61 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara rinci, penjualan ERAA utamanya ditopang oleh segmen telepon selular dan tablet senilai Rp40,87 triliun, meningkat dari Rp39,42 miliar. 

Segmen komputer dan peralatan elektronik lainnya tercatat Rp2,14 triliun, naik dari Rp1,94 triliun, segmen produk operator menurun menjadi Rp1,17 triliun dari sebelumnya Rp1,24 triliun dan segmen aksesoris dan lainnya melonjak jadi Rp8,16 triliun dari sebelumnya Rp5,98 triliun.

Namun justru laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun tipis 0,7% YoY menjadi Rp 785,57 miliar, dibandingkan Rp791,16 miliar pada periode Januari–September 2024.

Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan masih terjaga, meskipun tekanan terhadap profitabilitas tetap ada. Kontribusi terbesar tetap berasal dari segmen telepon selular dan tablet, mempertegas alasan manajemen untuk memprioritaskan ekspansi gerai smartphone.

Dengan strategi ekspansi yang berlanjut serta penguatan program promosi, ERAA berharap dapat menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan daya beli. Optimisme pada awal tahun dipadukan dengan langkah antisipatif pada periode berikutnya menjadi bagian dari upaya menjaga kinerja tetap stabil sepanjang 2026.

Ibtihal Afrah Watahani

Ibtihal Afrah Watahani

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Jasa Marga Ingatkan Pemudik Atur Waktu Perjalanan Lebaran 2026

Jasa Marga Ingatkan Pemudik Atur Waktu Perjalanan Lebaran 2026

Jasa Marga Putuskan Untuk Tutup Gerbang Tol Kalihurip Utama 6 Sementara

Jasa Marga Putuskan Untuk Tutup Gerbang Tol Kalihurip Utama 6 Sementara

PT PP Berhasil Selesaikan Pembangunan Proyek Gedung UIN Malang Tahap II

PT PP Berhasil Selesaikan Pembangunan Proyek Gedung UIN Malang Tahap II

PT Angkasa Pura Lewat Injourney Airports Potong Tarif Jasa Bandara Lebaran

PT Angkasa Pura Lewat Injourney Airports Potong Tarif Jasa Bandara Lebaran

ERA Indonesia Targetkan Pertumbuhan Transaksi Properti 25 Persen di 2026

ERA Indonesia Targetkan Pertumbuhan Transaksi Properti 25 Persen di 2026